Jumat, 15 Juli 2011
Malam nisfu sya'ban... [apa siih...?]
informasi 15 Sya’ban jatuh pada tanggal 17 Juli 2011
(Malam Nisfu Sya’ban pd hari Sabtu tgl 16 Juli 2011 Malam Minggu sejak terbenamnya matahari)
Apa yang menyebabkan malam Nisfu Sya’ban ini besar artinya bagi umat Muslim ? Berikut ini diceritakan seperti yang di alami Rasulullah Saw:
Kebesaran hari ini diterangkan oleh Rasulullah saw. ” Malaikat Jibril mendatangiku pada malam Nishfu (15) Sya’ban, seraya berkata, ” Hai Muhammad, malam ini pintu-pintu langit dibuka. Bangunlah dan Shalatlah, angkat kepalamu dan tadahkan dua tanganmu kelangit .”
Rasulullah saw bertanya, ” Malam apa ini Jibril ?”
Jibril menjawab. ” Malam ini dibukakan 300 pintu rahmat. Tuhan mengampuni kesalahan orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali tukang sihir, tukang nujum, orang bermusuhan, orang yg terus menerus minum khamar (arak atau minuman keras), terus menerus berzina, memakan riba, durhaka kepada ibu bapak, orang yang suka mengadu domba dan orang yang memutuskan silaturahim. Tuhan tidak mengampuni mereka sampai mereka taubat dan meninggalkan kejahatan mereka itu .”
Rasulullah pun keluar rumah, lentas mengerjakan shalat (sendirian) dan menangis dalam sujudnya, seraya berdoa :
.” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu
dari azab dan siksa-Mu serta kemurkaan-Mu
Tiada kubatasi pujian-pujian kepada-Mu
sebagaimana Engkau memuji diri-Mu
Maka bagi-Mu lah segala pujia-pujian itu
Hingga Engkau rela .” (HR Abu Hurairah)
Oleh karena itu sahabatku, malam tersebut sangatlah baik untuk beribadah dan memohon ampunan (bertaubat) atas segala hal buruk yang kita lakukan, dan semoga Allah swt menerima segala amal ibadah dan mengampuni dosa-dosa dan kesalahan kita . . Amiin .
Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang mengingatkan sesama tentang kedatangan bulan ini. Maka api neraka haram baginya.”
Tulisan ini hanyalah sekedar berbagi untuk teman2 Ummat Muslim, yang saya kutip dari (duhh maf lupa situsnya)... *semoga bermanfaat. terlebih malam besok adalah malam nisfu sya'ban.... :)
(Malam Nisfu Sya’ban pd hari Sabtu tgl 16 Juli 2011 Malam Minggu sejak terbenamnya matahari)
Apa yang menyebabkan malam Nisfu Sya’ban ini besar artinya bagi umat Muslim ? Berikut ini diceritakan seperti yang di alami Rasulullah Saw:
Kebesaran hari ini diterangkan oleh Rasulullah saw. ” Malaikat Jibril mendatangiku pada malam Nishfu (15) Sya’ban, seraya berkata, ” Hai Muhammad, malam ini pintu-pintu langit dibuka. Bangunlah dan Shalatlah, angkat kepalamu dan tadahkan dua tanganmu kelangit .”
Rasulullah saw bertanya, ” Malam apa ini Jibril ?”
Jibril menjawab. ” Malam ini dibukakan 300 pintu rahmat. Tuhan mengampuni kesalahan orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali tukang sihir, tukang nujum, orang bermusuhan, orang yg terus menerus minum khamar (arak atau minuman keras), terus menerus berzina, memakan riba, durhaka kepada ibu bapak, orang yang suka mengadu domba dan orang yang memutuskan silaturahim. Tuhan tidak mengampuni mereka sampai mereka taubat dan meninggalkan kejahatan mereka itu .”
Rasulullah pun keluar rumah, lentas mengerjakan shalat (sendirian) dan menangis dalam sujudnya, seraya berdoa :
.” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu
dari azab dan siksa-Mu serta kemurkaan-Mu
Tiada kubatasi pujian-pujian kepada-Mu
sebagaimana Engkau memuji diri-Mu
Maka bagi-Mu lah segala pujia-pujian itu
Hingga Engkau rela .” (HR Abu Hurairah)
Oleh karena itu sahabatku, malam tersebut sangatlah baik untuk beribadah dan memohon ampunan (bertaubat) atas segala hal buruk yang kita lakukan, dan semoga Allah swt menerima segala amal ibadah dan mengampuni dosa-dosa dan kesalahan kita . . Amiin .
Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang mengingatkan sesama tentang kedatangan bulan ini. Maka api neraka haram baginya.”
Tulisan ini hanyalah sekedar berbagi untuk teman2 Ummat Muslim, yang saya kutip dari (duhh maf lupa situsnya)... *semoga bermanfaat. terlebih malam besok adalah malam nisfu sya'ban.... :)
Sedikit Pencerah... ^^
oleh Gie RR-Queen Ballkist on facebook.
adda saat,, dimana level ke-ikhlasan sedang ujian kenaikan tingkat…
jika orang fitnes aja kalo mau jadi ototnya “six pek” (bner ga’ nui ejaannya. hehe ) yaa harus ditambah bebannya agar cepet bertumbuh otot2nya dalam hal ini otot2 ikhlas kita biar tambah mantabbs…
buat kamu….
selalu… positif thinking dan melihat k dLam diri sndiri (mawas diri,, ga’ da slah ny).
Appa bnar…?
Atau kah memang….?
Coba untuk sementara (kalo bisa) menghindar ato menjauhi… tapi bukan memutus silaturahmi.
Lihat situasi, sembari mempersiapkan diri lebih baik menghadapi orang tersebut…..
ibaratnya mengkarantina virus (emosi) yang mengganggu ’software’ kita, untuk mempersiapkan diri membuat ‘anti virusnya’
setelah jadi, ya hajar bleh… hhhe.* maksudnya hadapi lagi dengan anti virus yg baru, sehingga bisa tetep tenang ‘nd santai menghadapi situasi yang tidak menyenangkan di sekitar kita…
Contohnya mirip kalo kita setir mobil atau motor didepan ada bis yang selonong boy tanpa berdosa , nah ! inilah ujian utk lebih sensitif terhadap rasa dan pikiran kita dan kitalah sebagai rajanya yang memutuskan positif dan negatifnya hati pikiran dan perasaaan kita masing -masing bukan tergantung dari seseorang atau situasi.
*keep smiling and shining…
jika orang fitnes aja kalo mau jadi ototnya “six pek” (bner ga’ nui ejaannya. hehe ) yaa harus ditambah bebannya agar cepet bertumbuh otot2nya dalam hal ini otot2 ikhlas kita biar tambah mantabbs…
buat kamu….
selalu… positif thinking dan melihat k dLam diri sndiri (mawas diri,, ga’ da slah ny).
Appa bnar…?
Atau kah memang….?
Coba untuk sementara (kalo bisa) menghindar ato menjauhi… tapi bukan memutus silaturahmi.
Lihat situasi, sembari mempersiapkan diri lebih baik menghadapi orang tersebut…..
ibaratnya mengkarantina virus (emosi) yang mengganggu ’software’ kita, untuk mempersiapkan diri membuat ‘anti virusnya’
setelah jadi, ya hajar bleh… hhhe.* maksudnya hadapi lagi dengan anti virus yg baru, sehingga bisa tetep tenang ‘nd santai menghadapi situasi yang tidak menyenangkan di sekitar kita…
Contohnya mirip kalo kita setir mobil atau motor didepan ada bis yang selonong boy tanpa berdosa , nah ! inilah ujian utk lebih sensitif terhadap rasa dan pikiran kita dan kitalah sebagai rajanya yang memutuskan positif dan negatifnya hati pikiran dan perasaaan kita masing -masing bukan tergantung dari seseorang atau situasi.
*keep smiling and shining…
Langganan:
Komentar (Atom)
